10 Cerita Horor Pendaki Gunung Indonesia, Bikin Merinding!

05/03/2021 by No Comments

10 Cerita Horor Pendaki Gunung Indonesia, Bikin Merinding!

10 Cerita Horor Pendaki Gunung Indonesia, Bikin Merinding!

Indonesia sebetulnya tenar bersama barisan pegunungan yang bakal mengakibatkan kami berdecak kagum. Sejumlah gunung pun menjadi tantangan lebih bagi para pendaki untuk ditaklukkan. Namun, seperti yang kami pahami, bahwa lokasi-lokasi alam sebetulnya menjadi tempat-tempat ‘hidup’ makhluk-makhluk astral.
Pasang Bola
Kamu mampu yakin atau tidak, namun sebetulnya hal-hal seperti ini senantiasa dipercaya pendaki dan penduduk sekitarnya. Nah, sebagai buktinya, IDNtimes mempunyai 10 gunung, yang katanya, paling angker di Indonesia.

Berikut kumpulan cerita horor berasal dari pendaki gunung Indonesia:

1. Gunung Salak

Berada di urutan kawasan Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Gunung Salak mempunyai banyak kisah mistik yang tetap belum terpecahkan. Namun, di sana termasuk terkandung sejumlah makam dan tercatat beberapa kecelakaan. Salah satu cerita mistis tentang Gunung Salak adalah disaat pada 2007, 13 orang pemuda pecinta alam memastikan untuk mendaki gunung bersama ketinggian 2.211 mtr. ini.

Saat tengah mendaki, tidak benar satu pemuda itu memandang sosok hitam yang melambaikan tangan ke dia. Dirinya segera bertanya pada teman yang berada di dekatnya apakah memandang hal serupa. Temannya cuma berkata tidak dan memintanya untuk membiarkan sosok itu. Jelang malam, cuaca yang tidak membantu selanjutnya mengakibatkan mereka membangun kemah lebih awal.

Ketika sukses membangun tenda, pemuda yang memandang sosok hitam tadi tidak mampu tidur dikarenakan tersedia perasaan yang tidak nyaman. Dia pun selanjutnya terjaga dan memastikan untuk keluar tenda. Tak disangka di luar tenda sudah tersedia sejumlah ‘pasukan’ berseragam tentara berwajah pucat mengeliling tenda mereka. Dalam situasi ketakutan, dia tidak mampu berbuat apa-apa, terlebih disaat seekor macan menatapnya bersama mata bercahaya di pada barisan tentara itu.

Namun, tak lama sesudah itu terdengar nada lantunan ayat-ayat doa berasal dari bukit di atas mereka. Suara selanjutnya berasal berasal dari seorang wanita. Meski begitu dia tidak memandang wanita itu. Dia pun pelan-pelan mampu masuk ke di dalam tendanya lagi dan terlelap berkat lantunan doa yang termasuk mengusir ‘pasukan’ tersebut.

2. Gunung Sumbing

Dengan ketinggian 3.371 meter, Gunung Sumbing tersedia di pada tiga kabupaten, yaitu Magelang, Temanggung dan Wonosobo. Seperti gunung-gunung lainnya, sebetulnya terkandung sejumlah pantangan yang kudu ditaati pendaki. Salah satunya adalah tidak boleh naik gunung di dalam jumlah ganjil.

Namun, kumpulan mahasiswa pecinta alam ini tidak menggubris dan berangkat bersebelas orang. Saat mereka rela mendaki gunung, baru seperempat jalan, personil mereka jadi tambah satu orang. Pendaki wanita yang mempunyai indera keenam mengetahui hal itu, meski begitu dia tidak menggubris dan senantiasa melanjutkan perjalanan.

Sampai di puncak, bagian ke-12 itu sudah hilang. Mereka pun beristirahat bersama, namun penampakan tak mengenakkan mengusik mereka. Pocong keluar di pada mereka disaat tengah duduk mengelilingi api unggun. Empat orang mengetahui Kedatangan makhluk tersebut, termasuk pendaki yang mempunyai indera keenam. Dia pun secara sengaja mengajak teman-temannya untuk berdoa, bersama alasan mengucap rasa syukur sudah mampu sampai.

Selesai berdoa, pocong selanjutnya hilang. Akhirnya mereka beristirahat sebelum turun keesokan harinya. Kejadian mistis lagi mereka alami disaat turun. Sesosok pocong ikuti dan mengawasi mereka. Tanpa digubris, tiba-tiba pendaki yang mempunyai indera keenam itu memandang sebuah pintu besar dekat lereng gunung dekat posko istirahat mereka. Pintu selanjutnya terlalu tinggi dan indah. Terdapat penjaga dan sesosok wanita yang memanggil-manggil pendaki itu. Panggilan itu terdengar oleh ke-11 pendaki tersebut. Mereka segera bergegas berjalan dan menuruni gunung.

3. Gunung Gede

Gunung Gede berada di dalam kawasan Taman Nasional Gede Pangrango, tepatnya di pada tiga kabupaten, yaitu Bogor, Cianjur dan Sukabumi. Dengan ketinggian 2.958 meter, gunung satu ini termasuk meninggalkan kisah mistis. Salah satunya tentang penunggu Gunung Gede yang merasuki tubuh tidak benar satu pendaki.

Siang itu sekumpulan pendaki remaja menaiki gunung selanjutnya bersama beberapa pemandu. Hal selanjutnya ditunaikan demi keamanan. Menjelang hingga ke puncak, rombongan selanjutnya beristirahat. Namun, tidak benar satu pendaki melakukan tindakan yang tidak sopan. Dirinya buang air kecil serampangan tanpa permisi terlebih dahulu. Setelah kencing sembarangan, pandangannya segera kabur.

Dia segera memandang sesosok pria bersama baju kerajaan sambil mempunyai keris. Di sisinya terkandung dua ekor macan yang mengerang. Sosok selanjutnya dipercaya sebagai penunggu yang marah akibat tindakan tidak sopan pendaki ini. Dia pun kesurupan. Kemudian, berasal dari perspektif teman-temannya, pendaki itu mengerang bersama nafas berat dan berlari-larian naik dan turun tanjakan itu.

Teman-temannya yang kebingungan pun cuma mampu turut berteriak histeris. Sementara pemandu dan beberapa pendaki lain berupaya menenangkannya. Dalam pandangannya, dia seperti dibawa ke sebuah masa yang penuh bersama orang-orang zaman kerajaan. Dia sesudah itu merasa seperti ditarik menjauh berasal dari kerajaan sesudah itu merasa sadarkan diri.

Saat sadar, dia lagi memandang sosok penunggu selanjutnya di dalam situasi marah bersama dua ekor macan tadi. Dia mengetahui bersama situasi badannya sudah dibaringkan di posko terdekat. Raut wajah teman-teman dan pemandu sudah khawatir.

Tidak cuma hingga di situ, keesokan harinya saat turun, dia melalui posko yang serupa disaat kesurupan dan seperti mendengar bisikan di dalam bhs Jawa, diiringi oleh erangan geram harimau. Dia pun bergegas mengucap doa dan berangkat berasal dari posko itu untuk turun.

4. Gunung Semeru

Dengan ketinggian 3.676 meter, Gunung Semeru tersedia di pada dua kabupaten, yaitu Malang dan Lumajang. Gunung ini termasuk masuk kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Menjadi gunung tertinggi di Jawa, Semeru termasuk tidak sedikit menelan korban. Sama seperti disaat perjalanan lima pendaki dan satu anjing ini yang bakal membuatmu merinding.

Hari itu kelima pemuda ini memastikan untuk melakukan ekspedisi di Gunung Semeru. Mereka merupakan kumpulan pecinta alam berasal dari Madiun. Sesuai bersama jadwal, persiapan mereka sudah selesai dan mereka segera memulai pendakian. Namun tak lama, mereka bertemu bersama seorang pendaki wanita.

Pendaki wanita selanjutnya mengaku sendiri dan inginkan menuju puncak. Akhirnya, dia pun diajak bergabung bersama kelompok 5 pendaki ini. Dengan mudah, mereka cepat akrab bersama pendaki wanita yang ramah dan juga mudah bergaul ini. Tak merasa mereka berada di tidak benar satu pos yang sudah dekat puncak. Namun, dikarenakan malam sudah tiba, mereka memastikan untuk berkemah.

Memasuki malam, mereka pun terlelap. Meski begitu mereka senantiasa bergantian berjaga. Pendaki pertama yang berjaga mempunyai anjing untuk mengawasi binatang buas. Namun, tidak lama saat tengah malam, pendaki itu memandang pendaki wanita itu keluar berasal dari tendanya dan berjalan ke arah hutan. Dalam situasi bingung dan khawatir, dia pun ikuti pendaki wanita itu.

Tak berapa lama, dia kehilangan bayangan wanita itu. Panik, dia segera bergegas lagi ke kemah untuk membangunkan teman-temannya. Teman-teman yang kaget bersama ceritanya pun bergegas untuk mencari pendaki wanita itu.

Dalam situasi gelap mereka tak mampu memandang apa-apa. Teriakan mereka pun percuma. Akhirnya, mereka memastikan untuk mencarinya pagi hari. Pagi menjelang, mereka sudah beres-beres dan membagi kelompok di dalam dua tim untuk mencari.

Salah satu kelompok selanjutnya mencari hingga bibir jurang Semeru. Mereka memandang sebuah ransel yang serupa bersama ransel punya pendaki wanita itu. Penasaran, mereka selanjutnya menuruni jurang. Sesampainya di dasar, mereka mendapatkan tas ransel dan jasad yang sudah membusuk. Akhirnya, menunggu kedatangan teman lainnya, mereka mempunyai jasad selanjutnya ke posko terdekat untuk melaporkan temuan ke SAR.

SAR yang segera berkunjung ke dan meninjau situasi mereka pun menjelaskan bahwa itu adalah jasad pendaki wanita. Mereka sangat percaya itu pendaki wanita yang bersama mereka sejak kemarin. Namun, yang mengakibatkan mereka terkejut adalah fakta bahwa jasad selanjutnya adalah pendaki yang sudah hilang sepanjang satu bulan. Mereka pun terduduk lemas sesudah mendengar penjelasan SAR.

5. Gunung Ungaran

Berada di Kabupaten Semarang, Gunung Ungaran mempunyai ketinggian 2.050 meter. Gunung Ungaran termasuk mampu dicermati pengendara yang melakukan perjalanan darat ke selatan Semarang, dan gunung selanjutnya bakal berada di segi kanan. Namun, Gunung Ungaran termasuk menyimpan misteri, merasa berasal dari penunggu hingga kejadian-kejadian mistis. Salah satunya adalah disaat seorang pendaki tanpa sengaja bertemu penunggu tidak benar satu jalan perbukitan.

Saat itu, pria yang berasal berasal dari Kota Semarang ini berangkat sendiri menuju wilayah pendakian. Mendekati wilayah pendakian, dia merasa merasa tidak nyaman. Namun, senantiasa dia teruskan. Memulai pendakian pukul 15.00 WIB, pria itu merasa kesulitan dikarenakan medan yang merasa lebih berat saat itu.

Sampai di sebuah hutan bersama lapangan luas dia memastikan untuk beristirahat. Malam menjelang, dia memastikan untuk berkemah di sana. Setelah tenda dan api unggun siap, situasi di sekitarnya tiba-tiba hening. Padahal, awalnya merasa berisik oleh nada dedaunan dan juga hewan.

Tak lama, dia memastikan untuk tidak hiraukan dan tidur. Tengah malam dia terbangun oleh nada erangan hewan liar. Dia mengira jiwanya sudah di dalam bahaya dikarenakan memandang bayangan serupa harimau. Namun, cuma beberapa saat bayangan dan nada itu hilang. Dia memastikan untuk memandang sekitar. Saat membuka tendanya, tak disangka sebuah sosok hitam besar tersedia di depan tendanya. Tepat di samping sosok itu adalah macan kumbang yang hitam gelap, namun matanya bercahaya hijau.

Melihat itu pun, pendaki itu merasa membaca doa. Dia memejamkan mata. Kemudian, seolah-olah tersedia tawa datang berasal dari sosok hitam itu. Seperti tersedia nada teriakan berasal dari di dalam hutan. Dia pun kaget dan tak sadarkan diri. Saat terbangun, dia sudah berada di tengah hutan tanpa tenda dan api unggunnya. Dia termasuk terbangun sesudah dibangunkan oleh kelompok pendaki yang kebetulan lewat di dekatnya.

6. Gunung Merbabu

Dengan tinggi 3.145 meter, lereng Gunung Merbabu terbagi di dalam empat wilayah. Lereng barat tersedia di Kabupaten Magelang, sesudah itu lereng timur masuk di dalam Kabupaten Boyolali. Sementara lereng utara berada di Kota Salatiga dan Kabupaten Semarang. Terdapat tiga jalan pendakian berasal dari Gunung Merbabu, yaitu Kopeng Thekelan, Jalur Wekas dan Jalur Kopeng Cunthel.

Kejadian satu ini dialami pendaki disaat melalui Kopeng Thekelan. Pendaki ini sudah hafal bersama jalan ini. Hari itu, dia bersama enam rekannya, melakukan ekspedisi di Gunung Merbabu.

Sesampainya di posko satu, dia memastikan untuk beristirahat sejenak sambil foto-foto. Namun, timnya yang sudah inginkan bergerak, diberi peluang untuk mendaki terlebih dahulu. Pendaki ini selanjutnya asyik foto-foto, baru tersadar terkecuali sudah terlalu lama ditinggal temannya.

Dia memastikan untuk menyusul. Setengah jalan, dia bertemu seorang pendaki wanita yang termasuk mengaku sendiri ke puncak. Akhirnya mereka mendaki bersama. Seiring obrolan, perjalanan mereka terhalang oleh cuaca yang buruk. Akhirnya mereka memastikan untuk istirahat dan bermalam di satu lokasi. Keesokan paginya pendaki wanita itu bangun dan meminta izin untuk pergi terlebih dahulu.

Pria itu baru bangun beberapa jam kemudian. Dirinya terbangun bersama kaget dikarenakan badannya tidur dekat pinggir tebing. Dia pun bergegas membereskan barang dan menyusul temannya di puncak. Dalam perjalanan dia memandang tas yang tetap keluar penuh dan tidak tersedia jejak pendaki lain di sekitarnya. Dia mengira bahwa itu adalah ransel punya pendaki wanita yang sudah berangkat tadi pagi.

Dia pun mempunyai bersamanya. Ketika hingga puncak, dia bingung disaat timnya mengaku tidak tersedia orang yang hingga ke puncak tidak cuman mereka. Dia pun berpikir bahwa wanita itu menyerah dan turun. Akhirnya ransel itu dibawa dan juga disaat merampungkan ekspedisinya.

Dia punya niat mengembalikan ransel itu, dikarenakan terkandung alamat yang terkait di sisinya. Bersama beberapa orang berasal dari tim, dia selanjutnya mendapatkan rumah pendaki wanita itu. Dia bertemu bersama ibu berasal dari pendaki wanita itu. Namun, bukannya di terima bersama kebahagiaan, namun air mata menetes berasal dari sang ibu. Dibawalah pria dan timnya ke belakang rumah dan terkandung satu batu nisan yang bertuliskan nama pendaki wanita itu. Pendaki itu ternyata sudah hilang sepanjang tiga tahun dan tidak dulu ditemukan jasadnya.

7. Gunung Argapura

Berada di ketinggian 3.088 meter, Gunung Argapura merupakan gunung tertinggi di pada Gunung Raung dan Lemongan yang merupakan bagian berasal dari Pegunungan Iyang. Gunung Argapura berada di beberapa kabupaten di Jawa Timur, yaitu Probolinggo, Lumajang, Jember, Bondowoso dan Situbondo.

Gunung ini tenar bersama penampakan noni Belanda yang senang mengganggu pendaki. Hal selanjutnya dialami oleh seorang pendaki yang kebetulan mahasiswi pecinta alam berasal dari tidak benar satu sekolah tinggi di Jember. Dia dan tim mengeksplorasi gunung ini sejak pagi. Kemudian, mereka beristirahat di taman bunga Edelwis.

Meskipun sudah diingatkan untuk tidak memetik, pendaki putri ini bersikukuh untuk memetiknya. Setelah menuai dan senang memainkan bunga itu, mereka bergerak lagi ke puncak. Namun, satu jam kemudian, menurut pengakuan teman yang tersedia di belakangnya, gadis itu tiba-tiba berbelok ke arah semak-semak. Setelah diteriaki dan dikejar, gadis itu tidak menggubris hingga timnya kehilangan jejaknya.

Malam yang sudah terlalu gelap mengakibatkan mereka memastikan untuk melanjutkan pencarian pagi hari. Keesokan harinya, bersama warga yang ditemui saat perjalanan, mereka bersama mencarinya. Gadis itu ditemukan di jalan buatan Belanda untuk menembus semak-semak. Dia keluar lemas dan syok. Kemudian dibawa ke rumah warga.

Setelah mengetahui dan tenang, dia bercerita bahwa tiba-tiba dia digandeng wanita pirang bersama paras cantik. Dia dibawa ke sebuah kompleks rumah-rumah orang Belanda. Dia seperti diingatkan untuk lebih mawas diri disaat di gunung ini oleh perempuan Belanda tersebut. Kemudian, badannya merasa lemas disaat noni itu meninggalkannya.

8. Gunung Slamet

Berada di pada lima kabupaten, Brebes, Banyumas, Purbalingga, Tegal dan Pemalang, Jawa Tengah, Gunung Slamet mempunyai ketinggian 3.428 meter. Gunung ini dikenal bersama medannya yang sukar dan membahayakan. Selain itu termasuk dikenal bersama penunggunya yang berada di pohon-pohon besar.

Hal serupa dialami oleh seorang pendaki pria asal Bandung yang mendaki bersama enam temannya. Malam pertama mereka hingga di pos dua sesudah memulai perjalanan berasal dari dukuh Bambangan. Malam itu hujan makin lama deras mengakibatkan pendaki ini kalang kabut membangun tenda yang terus diterpa angin. Hujan reda kira-kira dua jam kemudian. Namun, tidur tidak benar satu pendaki terusik bersama nada berasal dari pohon besar di dekat mereka.

Ternyata pendaki ini mempunyai indera keenam dan memandang sosok makhluk besar bertengger di puncak pohon. Makhluk selanjutnya berwujud kelelawar seukuran manusia dewasa, berwarna putih bersama kepala manusia. Meski begitu, makhluk itu ternyata tidak mengganggu mereka secara berlebihan. Hanya mengakibatkan nada pada pepohonan.

Pendaki itu lagi tertidur hingga pagi. Kemudian, mereka pun melanjutkan perjalanan ke puncak. Betapa terkejutnya pendaki itu disaat memandang sesosok hitam sudah ‘menunggu’ mereka di posko lima. Dia pun berupaya tenang, dikarenakan panorama yang mengerikan. Wajah makhluk itu hitam legam bersama mata yang terbuka lebar berwarna merah.

Pendaki itu membaca doa-doa sepanjang beristirahat. Teman-temannya yang sudah mengetahui bersama kemampuannya turut berdoa bersamanya. Tak lama situasi lebih nyaman bersama kicauan burung dan bertemu bersama tim lain. Perjalanan mereka berlanjut bersama lancar dan tanpa gangguan dan juga penampakan sejak doa-doa yang dipanjatkan sepanjang jalan.

9. Gunung Penanggungan

Gunung Penanggugan berada di ketinggian 1.653 mtr. dan merupakan bagian berasal dari kluster pegunungan bersama Gunung Arjuno dan Welirang. Tepatnya, gunung ini terletak di pada Kabupaten Mojokerto (barat) dan Kabupaten Pasuruan (timur). Jaraknya 55 kilometer berasal dari Surabaya, Jawa Timur. Gunung ini termasuk tenar sebagai tidak benar satu berasal dari sembilan gunung suci di Jawa.

Ekspedisi di gunung ini pun tak kalah angker bersama gunung besar lainnya. Berawal berasal dari perjalanan dua kakak beradik yang sebetulnya pecinta alam. Mereka memulai perjalanan berasal dari LMDH Tamiajeng, Desa Tamiajeng, Kecamatan Trawas. Keindahan alam pun memberi tambahan panorama nyaman bagi keduanya.

Menjelang sore mereka hingga di pos dekat puncak bayangan (hampir puncak). Mereka istirahat di pos itu sepanjang 15 menit, sesudah itu melanjutkan perjalanan untuk hingga puncak bayangan. Setibanya di sana, malam pun menutup jalan dan mengakibatkan mereka kudu berkemah di tidak benar satu goa.

Jelang tengah malam, mereka mendengar nada orang ramai-ramai ngobrol seperti di atas mereka. Mereka mengira sudah tersedia yang menggapai puncak terlebih dahulu. Meskipun sepanjang perjalanan mereka tidak memandang pendaki lain. Kemudian, saat mereka memastikan untuk tidur, keluar lampu-lampu senter seperti menyinari jalan pendakian.

Mereka pun mengira itu adalah kumpulan pendaki lain, dan mereka memberikan signal untuk bergabung di goa itu. Namun, cahaya itu tidak bergerak mendekati mereka dan cuma di satu daerah saja. Tak lama mereka pun terlelap dikarenakan letih menunggu. Paginya mereka melanjutkan perjalanan untuk memandang matahari terbit. Sampai di puncak, mereka menikmati terbitnya matahari, namun kebingungan dan heran sesudah memandang tidak tersedia satu orang pun di puncak.

Setelah menikmati matahari terbit, mereka pun turun dan lagi ke pos awal. Namun, mereka bertanya-tanya, siapa yang terdengar mengobrol dan lampu senter siapa itu?

10. Gunung Ciremai

Ada di pada Kabupaten Cirebon, Kuningan dan Majalengka, Jawa Barat, Gunung Ciremai masuk di dalam Taman Nasional Gunung Ciremai. Gunung ini mempunyai tinggi 3.084 mtr. dan yang tertinggi di Jawa Barat. Pemandangan yang indah dan medan yang tidak sukar berasal dari gunung ini banyak pendaki lokal maupun luar Cirebon pun berdatangan.

Namun, seharusnya gunung lain, jika penunggu diganggu, maka pendaki bakal diganggu juga. Hal serupa dialami oleh seorang pendaki gunung asal Cirebon. Saat itu dia pergi bersama tiga temannya berada di tidak benar satu posko tengah jalan pendakian Ciremai. Mereka beristirahat pada malam ke dua saat mereka rela turun.

Teman-temannya tiba-tiba berteriak ‘Gempaa! Gempaa!’, namun pendaki asal Cirebon ini tidak merasakan gempa. Malah dia memandang sesosok berjubah putih tengah terbang di atas ketiga temannya. Kemudian, dia memanjatkan doa dan berupaya menenangkan teman-temannya.

Gangguan itu belum berakhir hingga keesokan paginya. Mereka ‘disesatkan’ saat turun supaya yang cuma butuh satu jam, mereka memakan saat lebih berasal dari enam jam. Mereka kewalahan, pendaki itu pun selanjutnya duduk bersama tenang sambil memanjatkan doa. Saat membuka mata, tiga temannya hilang, namun dia dikelilingi tujuh pria berjubah putih.

Dia berupaya meminta maaf dan minta tidak diganggu. Usut mempunyai usut, ternyata tidak benar satu temannya, menghilangkan sampah dan buang air serampangan saat di puncak. Dia pun meminta maaf dan berjanji bakal memberi tambahan arahan pada temannya itu.

Tak lama, dia sadar, dan teman-temannya sudah panik melihatnya tidak bangun-bangun. Dia pun menceritakan apa yang dicermati dan teman-temannya turut berdoa dan maaf. Kemudian, perjalanan mereka pun berakhir bersama lancar.

Kunjungi Juga : Kumpulan Kisah Misteri

Cerita-cerita horor di atas sebetulnya dialami oleh para pendaki. Namun, tidak dulu menghentikan mereka untuk mengekplorasi keindahan gunung Indonesia.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *