Adengka Ase Lolo, Seni Tradisi Saat Pesta Panen Padi

19/10/2021 by No Comments

Adengka Ase Lolo, Seni Tradisi Saat Pesta Panen Padi Panen adalah waktu yang paling menyenangkan bagi penduduk pertanian tradisional Indonesia, terutama dalam hal panen padi. Secara budaya, masa panen padi sering ditandai dengan festival dan perayaan lainnya.

Adengka Ase Lolo, Seni Tradisi Saat Pesta Panen Padi

Lodestonetheatre – Ini pada dasarnya adalah tanda terima kasih, tetapi ritual nasi setiap daerah adalah unik. Awalnya, tradisi Selenium Town dan Nike Dango ditulis. Selanjutnya, mari kita bicara tentang pesta nasi di Sulawesi Selatan, A’dengka Ase Lolo.

Baca Juga : Tari Merak, Salah Satu Seni Tari Kreasi Baru Yang Mendunia

Adengka Ase Lolo dalam bahasa Indonesia memiliki arti tumbuk nasi muda. Sebuah permainan seni tradisional adalah untuk memukul beras bersama-sama dalam lesung. Pertunjukan ini menarik karena ketegangan berirama yang diciptakan oleh alu yang memukul lesung.

Dengan perkembangannya, ketegangan ritmis diatur menjadi lebih teratur dengan perubahan suara dan gerakan. Bahkan dengan menari, atau yang orang Makassar menyebutnya Asere, artinya menari sambil memukul lesung.

Dalam fungsinya, Adengka Ase Lolo dimaksudkan sebagai ucapan syukur pasca panen. Tradisi permainan ini biasanya diadakan setiap tahun oleh warga Makassar di beberapa bagian Sulawesi Selatan, seperti Kabupaten Gowa dan Kabupaten Malos.
Formulir Presentasi Adengka Ase Lolo

Pada kenyataannya pelaksanaan Adengka Ase Lolo dapat memiliki beberapa perbedaan di setiap daerah. Salah satu contohnya dilakukan di Dusun Moncongroela di Desa Moncongroe, Kabupaten Maros.

Baca Juga : Aplikasi PeduliLindungi Dapat Cegah Penyebaran Covid-19

Di pemukiman, ritual budaya ini berlangsung di dua tempat: kediaman kepala adat dan makam Karen. Pemain utama pada acara ini adalah enam perempuan dan empat laki-laki berpakaian tradisional boardoo.

Wanita yang bermain di booth Baruga ini bernama Packing Donna. Orang yang menari di ujung lesung dan menabur disebut Pakkanbona. Penumbuk lesung umumnya menggunakan tongkat kayu yang sejajar dengan tubuh manusia

Seni Adengka Ase Lolo juga mencakup dua pengontrol ritme dan tempo yang berpengalaman. Mereka menggunakan penumbuk ukuran pendek. Adukan tersebut berisi beras ketan hitam/putih atau beras muda yang belum dikupas.

Sebelum menggiling, rebus beras selama 5-10 menit atau rendam dalam air mendidih selama 30 menit, bakar kayu tanpa menggunakan minyak, nyalakan, dan masak dalam pot tanah liat.