Cerita Mistis Pendaki Tersesat di Pasar Jin Gunung Bawakaraeng

09/04/2021 by No Comments

Cerita Mistis Pendaki Tersesat di Pasar Jin Gunung Bawakaraeng

Cerita Mistis Pendaki Tersesat di Pasar Jin Gunung Bawakaraeng

Pasar Anjaya, begitulah para pendaki menyebut wilayah yang penuh mistis itu. ‘Pasar setan’ ini berada di tengah hutan di pada Gunung Bawakaraeng dan Gunung Lompobattang, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.
Pasang Bola
Jika dicermati dari kejauhan, lokasinya semata-mata merupakan tanah lapang yang dikelilingi pepohonan rimbun. Oleh para pendaki Pasar Anjaya terhitung akrab dikenal bersama dengan sebutan Pasar Jin.

“Pasar Jin itu tanah lapang yang tersedia di tengah hutan Gunung Bawakaraeng, tersedia banyak cerita mistis di situ,” kata Andi Yusuf, salah seorang pendaki yang pernah datang ke Pasar Anjaya, Kamis (9/7/2020).

Salah satu mitos yang dipercaya oleh banyak pendaki, lanjutnya, adalah arahan untuk tidak mendirikan tenda di sekitar wilayah Pasar Anjaya yang berada di kaki Gunung Bawakaraeng itu. Sejumlah pendaki yang nekat mendirikan tenda dan bermalam di sana dapat mengalami hal aneh dan mistis.

“Ceritanya selalu serupa dari para pendaki yang berbeda, jikalau nekat mendirikan tenda dan menginap di sana, pasti kami dapat mendengar nada riuh keramaian layaknya di tengah pasar, namun tepat kami membuka tenda tidak tersedia apa-apa,” menyadari Andi Yusuf.

Aksa Rahim, pendaki lainnya, menceritakan bahwa beberapa dari para pendaki apalagi mengaku pernah tersesat di sana. Mereka yang tersesat percaya bahwa mereka dibawa masuk ke alam gaib.

“Salah seorang kawan aku pernah tersesat di sana, sayangnya saat kami berhasil menemukan dia, dia tidak mengingat dia dibawa kemana. Tapi kami percaya dia dibawa ke alam gaib,” Aksa menuturkan.

Belakangan sesudah Aksa menceritakan apa yang dialaminya dan kawannya itu kepada pendaki lainnya terkuak bahwa kawannya itu melanggar tata krama dan etika saat berada di kawasan yang dipercaya sebagai wilayah Pasar Anjaya.

“Iya saat itu kawan aku sesungguhnya ngomong seolah tidak percaya, dia takabur. Selain itu dia terhitung gunakan pakaian merah, padahal dilarang gunakan pakaian merah di sana,” dia memungkasi.

Legenda Noni Cantik Gunung Bawakaraeng

Selain itu, tersedia cerita melegenda lainnya di sini, yakni perihal arwah gentayangan perempuan berparas cantik bernama Noni. Pandi mengakui cerita mistis tersebut.

Mitos selanjutnya awalnya diceritakan oleh nyaris semua penduduk di kaki Gunung Bawakaraeng yang disebut Kampung Lembanna. Noni, kata warga Lembanna, kerap menampakkan diri saat bulan purnama.

Penduduk Lembanna kerap bercerita kepada para pendaki, jikalau bulan purnama tiba, lantas angin tak berhembus kencang dan terdengar nada longlongan anjing sebaiknya jangan mendaki atau terlihat tenda dulu.

“Karena dapat bersua tiba-tiba bersama dengan Noni yang kerap menampakkan diri,” ungkap Pandi.

Pandi menyadari cerita mistis perihal Noni saat bermalam di rumah penduduk di Lembanna sebelum akan esoknya memulai pendakian untuk mengikuti upacara 17 Agustus di Gunung Bawakaraeng.

Menurut warga setempat, kata Pandi, dahulunya semasa hidup Noni kerap mendaki Gunung Bawakaraeng bersama dengan kekasihnya. Sekitar th. 1970 atau 1980-an, nyaris tiap-tiap pekan Noni mendaki. Ketika itu, aktivitas pendakian tak seramai sekarang. Karena kerap mendaki, Noni pun akrab bersama dengan warga.

Namun tiba-tiba suatu saat Noni turun dari kawasan Gunung Bawakaraeng seorang diri lantas menuju pemukiman penduduk. Wajahnya pucat dan sesekali cuma melotot lantas terdiam. Warga pun, kata Pandi, jadi heran menyaksikan sikap Noni yang tadinya dikenal sebagai periang dan ramah jikalau bersua penduduk setempat.

“Noni yang dicermati itu baru diketahui ternyata adalah arwahnya yang gentayangan. Itu diketahui sesudah beberapa hari sesudah itu penduduk yang mencari kayu di di dalam kawasan hutan gunung mendapati tubuh Noni tergantung di dahan besar pohon, tepatnya di Pos 3 Gunung Bawakaraeng,” ungkap Pandi.

Mitos Noni
Hingga saat ini penyebab kematian Noni tak tersedia yang menyadari secara pasti. Cerita penyebab meninggalnya Noni yang hinggap di telinga para pendaki pun beragam. Dari menjadi gantung diri di dahan pohon hingga terhadap dibunuh dan jasadnya digantung di dahan pohon sehingga tak dimakan hewan buas.

“Namun bagi aku cerita mistis perihal Noni cuma sebagai mitos yang berkembang di mana hingga detik ini tak diketahui siapa sesungguhnya Noni dan di mana kuburannya,” ucap Pandi.

Selain cantik, hantu Noni terhitung kerap diceritakan kerap berbuat baik dan membantu para pendaki. Umumnya mereka yang kesulitan, apabila tersesat, kelelahan hebat atau kehabisan perbekalan. Bahkan tersedia cerita yang menyebut, Noni kerap menemani, membawa dampak makanan, hingga menuntun pendaki yang tersesat hingga ke desa paling dekat di kaki gunung.

Meski demikian, Pandi mengakui cerita mistis kawasan Gunung Bawakaraeng selalu ada. Masyarakat setempat pun tetap merawat budaya leluhur setempat.

Salah satunya tiap-tiap th. penduduk kaki gunung beramai-ramai mendaki hingga ke puncak untuk laksanakan Salat Jumat, Salat Idul Adha serta ritual 1 Muharram bersama dengan membawa hasil panen dan ternak berwujud ayam dan kambing.

“Di atas puncak hewan ternak itu di lepaskan sesudah itu jadi rebutan warga lainnya. Ritual itu umumnya digelar terhadap 1 Muharram jikalau tidak salah. Saya pernah mengikuti kegiatannya namun telah lama,” ungkap Pandi.

Bahkan penduduk setempat meyakini jikalau seseorang telah mencapai puncak Gunung Bawakaraeng, serupa halnya telah menunaikan haji. Mereka percaya dapat berhaji dari puncak gunung layaknya halnya berhaji di Tanah Suci.

Kunjungi Juga : Kumpulan Kisah Misteri

“Cerita warga tantangan naik haji serupa halnya jikalau mendaki ke puncak Gunung Bawakaraeng,” ucap Pandi.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *