Fakta Dalang Jemblung, Seni Teater Lokal Ala Masyarakat Banyumas

26/06/2021 by No Comments

Fakta Dalang Jemblung, Seni Teater Lokal Ala Masyarakat Banyumas Dalang Jemblung merupakan salah satu bentuk kesenian daerah yang populer di kalangan penduduk setempat, khususnya di wilayah Banyumas. Kata “jemblung” pada nama kesenian ini berasal dari kata “gemblung” yang artinya gila. Konon kata itu pertama kali digunakan pada masa pemerintahan Raja Amangkurat dari kerajaan Mataram.

Fakta Dalang Jemblung, Seni Teater Lokal Ala Masyarakat Banyumas

lodestonetheatre – Dalang Jemblung adalah teater bahasa yang diangkat dari genre Banyumasan. Pertunjukannya tidak diiringi alat musik tradisional. Oleh karena itu, tidak hanya ketika Anda memainkan karakter dalam cerita, permainan juga berisi musik yang dinyanyikan dengan nadanya sendiri. Di kalangan masyarakat Banyumas, tontonan ini bermanfaat tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga melatih dan guru moral dalam kehidupan sehari-hari.

Setidaknya ada tiga versi yang menceritakan asal mula kesenian Dalang Jemblung. Sebuah versi cerita menjelaskan bahwa kesenian ini muncul pada masa Kerajaan Mataram, yaitu era kepemimpinan Amangkurat I.

Saat itu, hiduplah seorang pewayangan bernama Ki Lebdojiwo. Idola Ki Lebdojiwo adalah Umardadi. Karena itulah Ki Lebdojiwo sering dipanggil Jemblung Umarmadi.

Baca Juga : Mengenal Seni Teater Rakyat Uyeg Sukabumi Jawa Barat

Pada masa Pemberontakan Trunajaya di Mataram, Ki Lebdojiwo lari bersama Amangkurat I untuk meninggalkan Mataram di Batavia. Di satu halte, orang-orang ingin Ki Lebdojiwo mengadakan pertunjukan wayang.

Namun karena pelariannya dilakukan dengan terburu-buru, ia tidak sempat memiliki boneka. Ki Lebdojiwo terpaksa bermain tanpa wayang dan tanpa iringan. Berkat kepiawaian Ki Lebdojiwo, pertunjukan itu semakin menarik perhatian penonton.

Sejak saat itu, pertunjukan itu disebut Wayang Jemblung tanpa wayang dan tanpa iringan. Nama tersebut diberikan oleh penduduk setempat karena tokoh dalam cerita tersebut adalah Jemblung Umarmadi.

Baca Juga : Aplikasi Matematika dalam Bidang Pekerjaan

Lakon Dalang Jemblung terdiri dari empat pemain. Dalam pembagiannya, satu orang berguna sebagai pembicara, dua orang berguna sebagai panutan dan satu orang sebagai penyanyi.

Bentuk pertunjukannya juga sangat sederhana dan bisa dilakukan di rumah. Selama pertunjukan, keempat seniman itu duduk. Kemudian di tengahnya terdapat meja kecil yang disempurnakan dengan “Kudhi”, yaitu sejenis pisau khas Banyumas.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *