Mengenal Teater Tradisional Mendu | Kepulauan Riau

27/07/2021 by No Comments

Mengenal Teater Tradisional Mendu | Kepulauan Riau Teater Mendu merupakan teater tradisional bernuansa kerakyatan berbentuk kolektif yang menggunakan berbagai area ekspresi yang diintegrasikan ke didalam bentuk teater, tari, dan musik lainnya.

Mengenal Teater Tradisional Mendu | Kepulauan Riau

lodestonetheatre – Bentuk penyajian teatrikal ini mampu digolongkan sebagai group seni pertunjukan populer yang miliki ciri khusus. Di sisi lain, pertunjukan didahului oleh nada ketukan untuk menarik perhatian penonton, pembukaan bersama lagu dan tarian, perkenalan (perkenalan) para protagonis satu per satu, dan nyanyian yang disutradarai oleh protagonis utama yang hadir. sebagai sutradara (introductory), adegan naratif, penyelesaian adegan berbentuk pertarungan, pertarungan menang dan kalah, yang ditutup bersama adegan penutup, yaitu penutupan layar di akhir pertunjukan. .

Baca Juga : Berikut 4 Kesenian Tradisional dari Jawa Tengah

Teater tradisional Mendu mampu digolongkan sebagai teater bangsawan yang merupakan prototipe teater tradisional yang biasanya terkandung di Sumatera bersama latar belakang pendukung yang dominan; budaya Melayu. Tepatnya di Bunguran (pusat teater mendu), dan kepulauan Natuna-Anambas yang memanjang hingga sungai Ulu, pulau Lauto, Pian padang, pulau Tiga, Sedanau, Midai, Siantan dan Jemaja. Kesenian tradisional ini dikenal menjelang awal abad ke-20.

Pengaruh teater aristokrat amat mengganggu didalam perihal ini, seperti menggunakan panggung lengkap bersama layar sebagai hiasan. Karena pluralitas, tersedia banyak kesamaan pada Mendu dan Wayang Bangsawan. Sepanjang hidupnya, adaptasi kaum bangsawan meraih lebih dari satu karakteristiknya sendiri. Dengan cara ini, menyerap unsur-unsur lokal jika nama-nama daerah dan istilah dan juga adat istiadat setempat menjadi perihal yang lazim didalam Wayang Bangsawan.

Permainan ini sering diselingi bersama nyanyian dan tarian, dimulai bersama bunyi gong sebagai isyarat dimulainya permainan dan diiringi oleh gendang, biola, dan kadang-kadang musik pelengkap lainnya. Ini adalah komposisi didalam tarian, lagu, dan obrolan yang menyatu bersama menonjolkan pembawaan untuk bertindak.

Dalam perihal ini, Kedatangan teater-teater bangsawan seperti Komedi Stambul dan Wayang Bangsawan amat kuat pengaruhnya pada pertumbuhan teater tradisional Mendu dan merupakan pengantar nontradisi. Pada masa transisi inilah teater mengalami transformasi dan perubahan, lebih-lebih didalam seni pementasan.

Baca Juga : Beberapa Trik Belajar Learning dalam Bahasa Inggris

Teater tradisional Mendu memperhitungkan efek emosional yang intim dan spontan, di mana pelaku dan penonton, walaupun dipisahkan oleh panggung, miliki karakteristik keakraban yang saling merespons sebagai ciri teater tradisional awal. dramaturgi pertunjukan ditandai bersama bersama pergantian babak dan penutupan layar didalam lebih dari satu adegan.

Jika lagi ke awal sejarahnya, Mendu telah menambahkan bhs dan gejala sejarah yang mencerminkan cerminan masyarakat yang juga hidup; jika tentang ketimpangan kehidupan sehari-hari didalam bentuk kritik humor yang termasuk momen asal, pertumbuhan dan kegunaan didalam masyarakat, bersama selalu utamakan nilai keindahan moral dan ekspresi pemandangan. Seperti muncul pada sosok Dewa Mendu sebagai tokoh protagonis atau tokoh Raja Laksamalik, tokoh antagonis yang bergabung didalam suatu interaksi pembawaan dan ekspresi yang bertolak belakang. Dalam representasi dan adegan, pembawaan Mendu bersatu dan bertarung.

Seluruh kronologis narasi di dalamnya perlu digarap bersama cermat, lebih-lebih didalam setting dan setting cerita, amanat, dan tema di dalamnya. Karena sejatinya, sistem kerjasama yang tersedia didalam dunia teater terbagi menjadi empat elemen basic yang di dalamnya seluruh seniman ikut campur. mengasumsikan kegunaan mutlak didalam penciptaan produksi ansambel (harmonis).