Sejarah Teater dari Seluruh Dunia

20/05/2021 by No Comments

Sejarah Teater dari Seluruh Dunia

Lodestonetheatre.org – Siapa yang tidak memahami pentas? Pertunjukkan dengan pentas mewah ini amat terkenal di golongan warga. Pertunjukkan pentas tidak cuma menjadi suatu narasi, namun ada gaya tari serta lantunan di dalamnya.

Dikala pentas tidak sedemikian itu terkenal semacam era dahulu. Warga lebih memilah menyaksikan konser nada ataupun bioskop dibanding dengan pentas. Di sisi itu, warnanya sedang banyak pula warga hobi menyaksikan pertunjukkan yang satu ini. Tetapi, mengerti kah kalian asal usul hal pentas?

Sejarah Teater dari Seluruh Dunia

Dikutip dari Scholastic. co. uk, pentas awal kali ialah diawali oleh orang Yunani Kuno pada 1000 SM. Pentas Yunani Kuno yang dibentuk diucap Amphitheatres. Umumnya Amphitheatres ini terletak di bagian busut dengan tempat bersandar bersusun mengitari pentas dalam wujud separuh bundaran.

Narasi yang dinaikan dalam dalam pentas Yunani ialah cerita dongeng serta hikayat. Umumnya pada pertunjukkan hendak mengaitkan paduan suara. Salah satu buatan populer yang sedang senang dimainkan hingga dikala ini ialah Sophocles, Aristophanes serta Euripedes.

Berikutnya pada 753 SM orang Romawi meneruskan adat- istiadat Pentas Yunani. Wujud pentas orang Romawi menyamai Amphitheatres Yunani, namun bangunannya lebih tertutup. Kemudian ada Colosseum di Bulu halus, Italia. Kegiatan pentas itu mengaitkan akrobat, berajojing, tarung ataupun seorang ataupun binatang dibunuh di atas pentas. Bintang film Romawi umumnya mengenakan seragam spesial buat diwakili bermacam tipe sering di dengar kepribadian.

Pada 900–1500 Meter pentas era medio, pentas luang mati lal Itu dipublikasikan kembali berbentuk drama religi. Narasi yang terbuat umumnya main dengan akhlak yang dicoba di gereja. Umumnya pertunjukkan ini dicoba dikala ada kebaktian di gereja. Pertunjukkan yang dicoba memakai bahasa Latin. Drama didesain bermaksud buat mengarahkan narasi serta catatan Kristen buat orang- orang yang tidak dapat membaca.

Baca juga : Indonesia Menuju Teater Broadway

Pada 1500- an Meter, Pentas Commedia dell’ Arte, Italia jadi amat terkenal. Perlengkapan peraga serta seragam dasar serta dramanya dicoba dengan cara free buat seluruh. Narasi yang diperlihatkan pada

biasanya hal peperangan pacar belia, yang terhalang oleh orang berumur.

Kemudian pada 1558–1603 Meter,

era rezim Elizabeth I, ada pentas dengan julukan Pentas Elizabethan. Pentas ini lumayan terkenal.

Salah satu yang membuat terkenal ialah William Shakespeare. Pentas Elizabethan umumnya menggunanakan rumah kusen. Tidak hanya itu, ada perbandingan golongan pada pemirsa. Buat pemirsa yang lebih banyak hendak memperoleh tempat bersandar. Sebaliknya pemirsa kategori menengah ke dasar hendak berdiri di suatu lubang di depan pentas.

Di jepang pada 1600- an Meter, ada pentas populer ialah Pentas Kabuki. Pentas ini amat istimewa dengan seragam serta dandanan yang kompleks. Awal mulanya player pentas perempuan serta laki- laki. Tetapi, pada 1629, perempuan diralang tampak. Pementasan umumnya meceritakan mengenai insiden asal usul dan catatan akhlak dari keadian itu.

Sehabis Perang Kerabat Inggris, ada sebagian pantangan buat pertunjukkan pentas dikala itu. tetapi, pada 1660 Meter, pentas kembali dibuka dengan rancangan lawakan. Awal mulanya aktor pentas cuma bisa dimainkan oleh laki- laki. Tetapi, pada rezim Raja Charles II,

perempuan diizinkan jadi aktor di atas pentas.

Pada akhir era ke- 19 pentas mulai terkenal di Amerika. Pertunjukkan pentas kala itu umumnya menunjukkan gaya tari, nada, lawakan, lantunan, silap mata, akrobat ataupun kelakuan bermacam binatang. Tidak hanya itu, harga pentas tidak sedemikian itu mahal.

Terdapatnya kemajuan teknologi pabrik amat berakibat pada pertunjukkan pentas. Pertunjukkan pentas berganti memakai pencerahan listrik serta pemakaian mesin buat menunjukkan visual serta audio. Pertunjukkan pentas pula terus menjadi bertumbuh, ada kialan sampai opera yang amat terkenal kala itu.

Banyaknya bermacam pertunjukkan pentas yang sudah dicoba pada era kemudian, amat berakibat sampai dikala ini. Wujud pentas pentas pula lebih modern serta memakai teknologi yang lebih mutahir. Dikala ini, pertunjukkan pentas memakai perhitungan penciptaan yang lumayan mahal. Tetapi, dari bidang narasi tidak jauh berlainan, ialah hal hikayat, dongeng, dongeng, ataupun drama musikal.