Sejarah Teater Di Yunani Kuno

16/05/2021 by No Comments

Sejarah Teater Di Yunani Kuno

lodestonetheatre.org – Tempat pertunjukan teater Yunani pertama kali dibangun ± 2.300 tn yang lalu. Teater ini dibangun di atas 1/2 lingkaran tanpa atap, menyediakan penonton dengan tempat duduk melengkung dan bertingkat, yang disebut amfiteater. Ribuan orang mengunjungi amfiteater untuk melihat teater, dan dianugerahi penghargaan teater terbaik. Naskah drama Yunani adalah drama pertama yang menjalin dialog antar karakter.

Ciri-ciri khusus pertunjukan teater Yunani kuno adalah:

Pertunjukan diadakan di amfiteater
Skrip putar sudah digunakan
Semua pemain adalah laki-laki, terutama karakter perempuan yang dimainkan oleh laki-laki dan memakai topeng, karena setiap pemain memainkan peran ganda.
Cerita yang dimainkan merupakan sebuah tragedi yang berdampak pada ketegangan, ketakutan, dan kasih sayang penontonnya. Cerita komedi yang menarik dan kejam, sering mengkritik karakter populer karena mengikuti perkembangan zaman.

Selain pemeran utama, terdapat peserta khusus yaitu paduan suara (penyanyi), penari, dan narator (pemain yang menceritakan proses pertunjukan).

Penulis drama klasik Yunani adalah:

Aeschylus (525-SM.) Dia adalah orang pertama yang memperkenalkan karakter protagonis dan bermusuhan, yang dapat menghidupkan karakter. Karyanya yang paling populer adalah Trilogi Oresteia yang terdiri dari Agamemnon, The Libatian Beavers dan The Furies.
Karya populer Shopocles (496-406 SM.) Termasuk “Oedipus King” dan “Oedipus of Antigone Colonus”.
Euripides (484-406 SM), karyanya antara lain Medea, Hyppolitus, Troyan Woman, Cyclops.
Penulis komedi Aristophanes (448-380 SM), karyanya yang populer antara lain Lysistrata, The Wasps, The Clouds, The Frogs, The Birds.
Manander (349-291 SM) Manander menghapus paduan suara dan menggantikannya dengan berbagai peran, dengan asumsi dia memiliki peran sebagai orang tua yang baik, budak yang licik, anak yang jujur, dan pelacur yang kasar, tentara yang sombong, dll. Karya Manander memiliki pengaruh besar pada komedi klasik Romawi, Renaisans, dan Elizabethan.

Kebanyakan tragedi Yunani didasarkan pada legenda. Drama ini sering membuat penonton gelisah, takut dan menyedihkan. Drama komedi itu lucu dan kasar, dan sering kali mengolok-olok karakter terkenal.

Setelah 200 SM, kegiatan artistik dipindahkan dari Yunani ke Roma, serta teater. Tetapi kualitas teater Romawi tidak lebih baik dari teater Yunani. Teater Romawi menjadi penting karena pengaruhnya di kemudian hari pada Renaisans. Teater ini pertama kali diputar di Roma pada 240 SM. Pameran ini diluncurkan oleh seniman Yunani Livius Andronicus. Teater Romawi adalah hasil adaptasi dari bentuk teater Yunani. Hampir setiap elemen panggung memiliki elemen panggung teater Yunani. Namun, teater Romawi juga novel dalam ciptaan dan kenikmatan aslinya, dan penduduk Roma memiliki karakteristik berikut:

Paduan suara tidak akan diatur ulang untuk mengisi setiap adegan.
Musik adalah pelengkap untuk semua adegan. Bukan hanya tema ceritanya, tapi juga ilustrasi ceritanya.
Temanya berkisar pada ketimpangan kehidupan kelas menengah.
Ciri-ciri tokoh yang berkaitan dengan kelas, yaitu orang tua yang bermasalah dengan anak atau kekayaannya, remaja yang menentang kekuasaan orang tua, dll.
Seluruh adegan terjadi di rumah, jalan, dan pekarangan

Setelah bentuk Republik digantikan oleh Kekaisaran, teater Romawi menurun, dan setelah invasi barbar dan kebangkitan kekuatan gereja, teater Romawi menghilang. Permainan terakhir di Roma adalah pada tahun 533.

Teater abad pertengahan

Dalam th. 1400-an dan 1500-an, banyak kota di Eropa mementaskan drama untuk merayakan hari-hari besar umat Kristen. Drama-drama dibuat berdasarkan cerita-cerita Alkitab dan dipertunjukkan di atas kereta, yang disebut pegeant, dan ditarik keliling kota. Bahkan kini pertunjukan jalan dan prosesi penuh warna diselenggarakan diseluruh dunia untuk merayakan beragam hari besar keagamaan. Para pemain drama pageant memakai daerah di bawah kereta untuk menyembunyikan peralatan. peralatan ini digunakan untuk efek tipuan, seperti menurunkan seorang aktor berasal berasal dari atas ke panggung.

Para pemain pegeant memainkan satu adegan berasal berasal dari kisah di didalam Alkitab, sesudah itu berlangsung lagi. Pegeant lain berasal berasal dari aktor-aktor lain untuk adegan berikutnya, menggantikannya. Aktor-aktor pegeant seringkali adalah para perajin setempat yang memainkan adegan yag menunjukan keahlian mereka.Orang berkerumun untuk lihat drama pegeant religius di Eropa. drama ini terkenal sebab pemainnya berbicara di didalam bahasa sehari-hari, bukan bahasa Latin yang merupakan bahasa formal gereja-gereja Kristen.

Ciri-ciri teater abad Pertengahan adalah sebagai berikut:

Drama dimainkan oleh aktor-aktor yang belajar di universitas supaya dikaitkan dengan masalah filsafat dan agama.
Aktor bermain di panggung di atas kereta yang mampu dibawa berkeliling menyusuri jalanan
Lirik-lirik dialog drama memakai dialek atau bahasa
Drama banyak disispi cerita kepahlawanan yang dibumbui cerita percintaan.
Drama diaminkan di daerah umum dengan memeungut bayaran.
Drama tidak mempunyai nama pengarang