Seram! Mengulik Kisah Mistis Jalanan Angker “Gunung Cilik”

13/04/2021 by No Comments

Seram! Mengulik Kisah Mistis Jalanan Angker “Gunung Cilik”

Seram! Mengulik Kisah Mistis Jalanan Angker “Gunung Cilik”

Urbanreaders, pasti dulu denger dong “jalan angker” di sekitarmu? Mau di deket rumah, deket sekolah atau kantor, pasti ada aja kisah jalanan yang diakui angker oleh warga sekitar.
Pasang Bola
Seperti kisah salah satu akun di Kaskus ini nih bernama Mantabsoull. Lewat akun itu, si pemilik membagikan sebuah kisah horror setahun lalu, tepatnya 12 April 2018 lalu.

Konon, katanya kisah ini terjadi lama sebelum saat ibunya menikah. Saat itu, si Ibu tetap tinggal di sebuah desa yang tak diberitahu lokasinya.

Namanya desa, pasti ada dong budaya atau tradisi khas yang tetap dilestarikan biar nggak kemakan zaman.

Nah, di desa ibu si pemilik akun ini dulu ada pertunjukan kuda lumping yang tetap kondang banget.

Dari muda sampe yang tua, senang berasal dari latar belakang apapun, seluruh kumpul dan nonton pertunjukkan kuda lumping di desa itu.

Ceritanya, Ibu dan adiknya selagi itu jadi salah satu pemirsa pertunjukan kuda lumping malam itu.

Acara terjadi meriah, banyak warga yang mampir dan terhibur menyaksikannya. Tapi tanpa terasa selagi berlalu dengan cepat. Hingga kelanjutannya malam semakin larut.

Sehingga, Ibu dan tantenya itu memutuskan untuk pulang meski pertunjukan tetap panjang.

Berbekal sepeda motor lawas, ke dua wanita itu melawan dinginnya malam dan kabut yang menutup jalan.

“Mbak, saya memahami jalur yang cepat!” kata si Tante yang menyetir.

“Terserah deh yang penting cepat sampai, daripada di marahin sama Ibu,” kata Ibu dengan logat bahasa jawa.

Akhirnya keduanya memutuskan untuk pilih jalur pintas itu.

Di simpangan jalan, Bibi memutuskan ambil jalur pintas yang dianggapnya bakal lebih cepat hingga ke rumah.

Ternyata, jalur yang mereka ambil adalah jalur yang gelap dan penuh semak-semak di sisi kiri dan kanan jalan.

Jalan pintas yang dipilih ternyata membuat Ibunya merinding. Baru masuk jalur ini aja, si Ibu katanya telah menelan ludah sambil melihat pohon di sekelilingnya.

“Lewat sini safe gak?” tanya si Ibu.

“Sudah, bismillah aja, Mbak” jawab Bibi percaya diri.

Nggak lama, baru sebagian meter masuk berasal dari simpang tadi, telinga Ibu berdenging.

Udara dinginnya malam dan sunyinya keadaan selagi itu semakin membuat Ibunya tetap memandangi semak di sebelah kiri nya. Seperti ada hal yang mengganjal berasal dari semak-semak itu.

Kondisi jalur yang kurang bagus dan kabut yanh memadai tidak tipis membuat si Bibi perlu mengendarai motor dengan pelan dan hati-hati.

Saat lampu motor menyapu jalanan, kelihatan suatu hal di depan mereka.

Sebuah benda yang lebih besar daripada kambing namun lebih kecil berasal dari sapi.

Makin lama keduanya semakin mendekat. Tiba-tiba benda itu bergerak selagi motor cuma berjarak sebagian meter di depannya.

Ternyata, sosok seorang nenek tua berambut putih dengan mata menyala terlihat di hadapan mereka.

Tanpa selembar kain di tubuhnya, sang nenek terjadi merayap seperti seekor laba-laba.

“Lihat!!” teriak Ibu.

Melihatnya, si Bibi langsung meninjak rem dan motor pun berhenti.

“Ada apa toh mbak?!” kata Bibi kesal.

“Tadi ada yang nyebrang” jawab si Ibu.

“Mana Mbak? Aku gak melihat apa-apa” balas Bibi.

Jawaban si adik pun semakin membuat Ibunya kebingungan.

“Iya, tadi dia nyebrang masuk ke semak yang di kiri” timpal Ibu.

Merinding mendengar perkataan si kakak, Bibi langsung tancap gas kencang-kencang tanpa pikirkan keadaan jalur malam itu.

Untungnya keduanya selamat hingga di tempat tinggal orang tua mereka.

“Kalian ini kok pulang malam banget?!” kata sang Nenek yang telah menunggu Ibu dan Bibi.

“Hah? Jam berapa toh Buk?” sahut Bibi ke Nenek.

“Lha melihat itu telah jam 2 malam” jawab Nenek.

“Hah?!!” keduanya pun terkejut.

Ibu pun menceritakan soal jalanan yang mereka tempuh untuk hingga ke tempat tinggal malam itu.

“Owalah dasar gila! Ngapain kalian melalui situ? Untung bisa pulang!” kata Nenek.

“Lha kenapa toh Buk?” tanya Ibu.

Ternyata, konon jalur itu dikenal dengan “Gunung Cilik” atau gunung kecil.

Maksudnya, jalur itu adalah jalanan lewat bukit yang kiri nya merupakan turunan atau biasa disebut jurang kecil.

Jelas aja jalur itu jarang di lewati orang, apalagi di hari spesifik nggak boleh ada yang melintas. Ngerinya lagi, ternyata jalur itu kerap jadi jalur iring-iringan jenazah!

Iring-iringan itu selamanya mucul berasal dari ujung dan menghilang tiba-tiba disaat mendekati simpangan. Hiiii.

Tapi katanya sih, jikalau nekat senang melalui sebaiknya bunyikan klakson fungsi untuk menghentikan nenek-nenek yang senang menyebrang. Kaya apa yang ditemui Ibu dan Bibi nya itu, guys.

Bahkan katanya kerap termasuk ada kecelakaan, baik riingan hingga kronis seluruh dulu perihal di sana.

Rata-rata, pengguna jalur yang apes itu nggak bisa mengendalikan kendaraannya. Sering termasuk terdengar suara orang menggumam dengan suara seperti berdoa alias komat-kamit.

Duh, jikalau telah denger yang kaya begitu, pengendara katanya perlu banget langsung terlihat jalur itu. Atau nggak, ya nasibnya bakal sama seperti pengguna jalur yang sial lainjya.

Kunjungi Juga : Kumpulan Kisah Misteri

Hm, Ngeri termasuk ya guys. Kalau di daerahmu, ada termasuk nggak sih “jalan angker” kaya cerita Mantabsoull tadi?

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *