Tari Kebyar Duduk, Salah Satu Pelopor Seni Kekebyaran

11/11/2021 by No Comments

Tari Kebyar Duduk, Salah Satu Pelopor Seni Kekebyaran Dulu ada seorang seniman besar bernama I Ketut Marya di dunia seni Bali. Karena nama besarnya, dunia Barat memanggilnya Great Mario. Sejak kecil, asupan tari klasik sangat menginspirasi, terutama ketika nuansa ritmis dan dinamis Gongkebyar menyentuh estetika.

Tari Kebyar Duduk, Salah Satu Pelopor Seni Kekebyaran

Lodestonetheatre – Ia pun tergerak untuk meledakkan ekspresinya dan melatih emosinya hingga tercipta tarian baru, Kebyar Duduk. Namanya mengacu pada gerakan tari yang dilakukan oleh penari berjinjit.

Tari Kebyar lahir sebagai seni tari yang mengekspresikan keterampilan penari Bali yang menari sambil duduk mengikuti irama gamelan. Jika tarian ini dipadukan dengan alat musik teronpon, nama lain dari tarian ini adalah tari kebyar teronpon.

Baca Juga : Tari Munalo, Tari Penyambut Pengantin Gayo Aceh

Saat mengunjungi Eropa, Kanada, dan Amerika Serikat pada tahun 1957 dan 1962, para pencipta tari membawakan diri mereka sendiri gemerlap karisma yang memikat penonton di ketiga negara tersebut.

Sebelum Kebyar Sit menyebar, lebih dulu dikenal dengan Igel Trompong dan Igel Jongkok. Kedua tarian ini merupakan hasil kreativitas I Ketut Marya, atau kreativitas seseorang bernama Mario oleh Covarrubias dan orang asing lainnya.

Kedua tarian ini kemudian dibawakan dalam bahasa Indonesia dengan nama Kebyar Herompong dan Kebyar Sit. Juga di tangan Maria, dan kemudian lahirlah Tari Oleg Tamrilingan (1952). Tari Kebyar Duduk dan Tari Oleg Tamulilingan disebut sebagai genre seni pertunjukan, tonggak dan pelopor Seni Kebyar.

Sejarah Tari Duduk Kebyar

Secara historis, sebagai tari Kekebian, tari duduk Kebyar tidak terlepas dari kemunculan Gamelan Gong Kebyar untuk pertama kalinya pada akhir tahun 1915. Pada tahun 1920-an, gamelan ini menjadi pertunjukan suara dari utara ke selatan Bali.

Baca Juga : Benda Langit Yang Dapat Diamati di Langit Malam

Bahkan karya-karya yang direkam dari Bebaruan, Punkun, Busumbiu dan Kuta pada tahun 1928 mencerminkan perubahan dan perubahan mendasar dalam penciptaan seni gamelan dan tari serta kaidah keindahan. Sementara itu, I Ketut Marya menciptakan dua buah tari, Igel Trompong (Tari Trompong) dan Igel Jongkok.

Duduk di musik pengiring Kebyar

Tarian ini menggunakan Gongkebyar Gamelan sebagai pengiringnya. Gong Kebyar adalah salah satu gamelan Bali yang menggunakan banyak jenis instrumen yang terbagi dalam dua kategori: bilah dan bel pencon.

Gamelan gong kebyar berbeda bentuk dengan instrumen gamelan lainnya. Secara khusus berbeda dalam bentuk dan jenis siaga, jumlah, dan penyesuaian.

Yang menunggu di gamelan ini adalah sejenis gangster. Biasanya terdiri dari giying, pemed, kantil, penghancur, jublag, jegogan, kajar, cengceng, kecek, gong, kempul, kenong, kempli, bebende, cengceng kopyak, kendang lanang dan wadon, riyong, terompong, rebab dan suling.

Balungan sendiri di Gongkebyar diklasifikasikan menjadi tiga kategori: Utama (besar dan lengkap), Madia (semi lengkap), dan Nista (sederhana).

Selain menggunakan instrumen Gamelan Gong Kebyal, tari duduk kebyal juga dapat dilakukan dengan memainkan instrumen teropong. Jika iya, maka Tari Kebyar Duduk ini lebih sering disebut dengan Tari Kebyar Trompong.