Tari Munalo, Tari Penyambut Pengantin Gayo Aceh

01/11/2021 by No Comments

Tari Munalo, Tari Penyambut Pengantin Gayo Aceh – Budaya Aceh sangat kaya, salah satunya didorong oleh suku Gayo yang selalu bekerja. Seni adalah salah satu hal yang tidak pernah lesu dalam kehidupan budaya mereka. Jauh dari stagnasi, ia hidup selamanya dan memiliki potensi untuk berkembang.

Tari Munalo, Tari Penyambut Pengantin Gayo Aceh

Lodestonetheatre – Mereka senang menari. Tari Saman Global berasal dari suku yang pernah mendirikan Kerajaan Ringe (1025 M). Ada juga tarian Vines dan Guell, dan masih banyak tarian lainnya, seperti tarian Munal dan Munalo yang akan dijelaskan secara singkat dalam artikel ini.

Baca Juga : Tari Puspanjali, Tari Penyambutan Bali yang Sederhana & Anggun

Meski tidak disebutkan lahir di Dataran Tinggi Gayo di Aceh, tarian ini merupakan karya asli Urangayo yang berdomisili di Jakarta. Ini mengingatkan pada tari Ratoh Jaroe, tarian Aceh semi-urban yang lahir di ibu kota Jakarta. Jadi selesaikan membaca untuk mengenalnya lebih baik.

Penyajian Tari Munalo

Padahal, Munalo adalah tarian selamat datang yang dikaitkan dengan prosesi pernikahan Gayo. Itu bertindak sebagai parade selamat datang untuk pengantin sebelum disandingkan di pelaminan. Namun, mungkin disediakan untuk menyambut tamu di acara lain.

Baca Juga : Tantangan Mendidik Anak di Era DigitalĀ 

Dalam bentuk itu, gerak tari berakar pada tari tradisional gayo, tari guell yang kemudian dikembangkan dan dipadukan dengan seni Didon yang dianggap khas gayo. Geldance sendiri terinspirasi secara alami dan mengandung unsur sastra, musik dan tari.

Tarian ini dibawakan oleh minimal tiga orang, dua penari wanita dan satu penari pria. Mereka mengenakan pakaian tradisional kerawang dan menari bersama. Selain penari, ada juga satu penyanyi dan empat pemain musik. Alat musik pengiring tari antara lain simbal, gong, dan rebana.

Selain musik, Tari Munalo diiringi lagu dan syair yang dituturkan dalam bahasa sastra Gayo. Secara umum puisi ini bercerita tentang kepuasan persaudaraan, cinta damai, dan harapan ridho Tuhan. Ini juga mencakup tata krama sehari-hari dan pemeliharaan martabat manusia.