Tari Ratoh Duek, Tari Aceh Yang Mirip Tari Saman

07/10/2021 by No Comments

Tari Ratoh Duek, Tari Aceh Yang Mirip Tari Saman Pada dasarnya tari Aceh dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu tari duduk dan tari berdiri. Rateeb, disebut ratoh di Aceh, mengacu pada kesibukan menyanyi dan pantun doa dan dzikir. Awalnya, ratoh dilakukan dalam posisi duduk (duek), sehingga muncul istilah Ratoh Duek. Istilah Ratoh Dong muncul karena gerakannya lebih luas dan ada pula yang dilakukan dalam posisi berdiri (dong).

Tari Ratoh Duek, Tari Aceh Yang Mirip Tari Saman

lodestonetheatre – Oleh Shake (pemimpin gerakan tari), posisi duduk Ratou sering dihitung sebagai Meusaman. Selain dari acuan tersebut, masyarakat Aceh juga menggunakan istilah “Meusaman” untuk menyebut tarian Aceh lainnya yang dilakukan sambil duduk, bukan tari Saman. Namun, Ratoeh Duek dan Saman adalah dua tarian dan ada banyak perbedaan di situs agen bola Online untuk mementingkan pelayanan untuk anda. Perbedaan yang paling menonjol adalah tari Saman ditarikan oleh penari pria dan tari Ratou Duek ditarikan oleh penari wanita.

Baca Juga : Reog Kendang, Perpaduan Musik Kendhang dan Seni Jaranan

Ratoeh Duek adalah tarian yang penuh dengan rangsang untuk mengekspresikan kehidupan masyarakat Aceh, dengan rasa persatuan dan nilai-nilai yang kohesif. Ratoh Duek, sebagai deskripsi umum tari duduk Aceh, menampilkan perpaduan beraneka gerakan tari duduk tradisional lainnya. Perkembangannya yang pesat dan banyak variasinya mempengaruhi lahirnya karya-karya tari baru. Salah satunya adalah Ratoeh Jaroe yang mendulang popularitas usai tampil di pembukaan Asian Games 2018.

Format penyajian Tari Ratoh Duek Tari

Tari Ratoh Duek merupakan kumpulan gerakan tari duduk tradisional lainnya. Struktur gerakan tari ini terdiri dari gerakan saleum pembuka, gerakan bajum tinggi, gerakan rahetujan, gerakan quayoen ira, gerakan cutidin.

Baca Juga : Sejarah Band Yes Legenda Progressif Rock

Tarian ini dibawakan secara berjajar dalam posisi duduk dimana pola pada lantai tidak banyak berubah, hanya pola zigzag pada bagian samping. Penarinya seluruhnya perempuan, dengan jumlah genap 8 sampai 12 orang. Mereka menari mobilisasi tangan dan sapuan telapak tangan di paha dan dada, masing-masing selaras dengan puisi.

Sebagian besar tari pengiring berupa syair karya Shahi, dihiasi dengan bunyi cabutan jari dan tepukan penari, namun ada juga yang diiringi dengan rapai. Dari segi fashion, penari Ratoh Duek memakai pakaian adat Aceh dengan beberapa modifikasi seperti baju, celana panjang, songk, hiasan kepala dan ikat pinggang. Selebihnya tari Ratoeh Duek tidak menggunakan harta benda atau peralatan apapun.