Teater Karya Rendra Dipentaskan Lagi

24/05/2021 by No Comments

Teater Karya Rendra Dipentaskan Lagi

Lodestonetheatre.org – Membuka alam seni pada dini 2020, pementasan pentas bertajuk Panembahan Reso hendak lekas menyapa khalayak. Dokumen buatan almarhumah W. S Rendra ini sempat dipentaskan sepanjang 6 jam pada 1986. Tetapi pada pementasan yang hendak diselenggarakan 25 Januari 2020 esok, pemirsa hendak memandang pementasan tipe padat dari dokumen asli ialah cuma 3 jam di Ciputra Artpreneur, Kuningan, Jakarta.

Teater Karya Rendra Dipentaskan Lagi

Panembahan Reso disutradarai oleh Hanidawan. Pementasan pentas ini dibantu oleh beberapa bintang film serta aktris pentas tersohor dari Jakarta, Yogyakarta, serta Lampung. Mereka merupakan Whani Darmawan, Sha Ine Febriyanti, Jamaludin Latif, Ruth Marini( Pentas Satu Lampung), Rudolf Puspa serta Maryam Supraba– yang tidak lain merupakan gadis Rendra sendiri.

Sosiawan Leak serta Esha Karwinarno pula mengakulasi aktor- aktor Solo mulai dari Gigok Anurogo, Meong Purwanto, Sruti Respati, Dedek Witranto hingga Djarot B Darsono buat turut ambil bagian dalam hidangan yang diproduseri oleh Seno Joko Suyono serta Imran Hasibuan ini.

Ads by Kiosked

Dalam pancaran pers yang diperoleh Tempo, Hanindawan menarangkan, walaupun panggung ini cuma 3 jam, tipe padat dari 6 jam, namun tidak terdapat figur dalam dokumen yang dihilangkan serta tidak terdapat bentrokan yang dilenyapkan.“ Contoh bengawan, yang diperlihatkan dalam tipe padat ini merupakan arus penting bentrokan,” ucap Hanindawan.

Hanindawan pula berkata Panembahan Reso merupakan drama tutur. Semua dokumen ini bertumpu pada dialog- dialog serta solilokui- solilokui. Panembahan Reso dibuka dengan monolog figur penting Panji Reso serta selesai dengan kematian figur penting Panembahan Reso.

Panembahan Reso menceritakan mengenai Raja Berumur yang tidak mempunyai maharani penting tetapi mempunyai 3 selir( garwa ampil): Istri raja Cewek, Istri raja Padmi serta Istri raja Kenari. Masing- masing selir mempunyai kanak- kanak sendiri. Dampingi selir serta anak itu silih berkompetisi mengambil alih bapaknya. Panji Reso menggunakan bentrokan dampingi selir serta anak Raja Berumur buat kepentingannya sendiri.

Baca juga : Teater Pandora mementaskan “SAMARA: Anniversaria”

Supaya pementasan ini tidak sekedar jadi drama tutur, Hanindawan serta Yessy Apriati, berlaku seperti Arahan Penciptaan menganjurkan supaya mengaitkan koreografi. Koreografi hendak ditangani oleh Hartati, desainer tari yang memahami pencak. Sebaliknya buat nada hendak digarap oleh Dedek Wahyudi yang sempat menanggulangi hidangan Bengkel Pentas: Peperangan Kaum Dragon.

Buat aturan seragam hendak digarap oleh Retno Ratih Damayanti yang lazim menanggulangi film kolosal Hanung Bramantyo serta Garin Nugroho. Ada pula berseni pentas dikoordinasi oleh Sugeng Yeah dari Solo.“ Dapat diucap hidangan ini ialah kerja sama simpel antara pentas, tari, serta nada,” ucap Hanindawan.

Semua bimbingan panggung ini, dari dini hingga akhir, dicoba di balai Balai Seni, Halaman Adat Jawa Tengah, Solo. Seno Joko Suyono membenarkan tidak gampang menciptakan kerja sama dengan bintang film dari bermacam kota. Bimbingan di Solo, membuat para bintang film dari Yogyakarta serta Jakarta memilah waktunya dengan cara spesial.

“ Betapapun begitu, kesimpulannya dapat terjalin. Itu membuktikan kalau hidmat kepada Rendra ialah motor penting yang menggerakkan bintang film,” ucap Seno. Hidangan ini diselenggarakan sehabis pada September 2019, Ciputra Artpreneur mau bertugas serupa. Almarhumah Ciputra serta almarhumah Rendra, ketika hidupnya silih memahami serta silih menghormati.